Tuesday, September 20, 2016

Terinspirasi dari Manusia Setengah Salmon.

Halo selamat siang, untuk kali ini blog akan gue tulis dengan Bahasa Indonesia, agar cerita ini dapat d pahami secara seksama. Pukul 11.27 WITA. Menjelang makan siang, karena tukang masak di kantor lagi ga masuk jadi gue delivery makanan lewat gojek. Yah berhubung belum dateng gue menyempatkan diri untuk bersandu gurau di blog ini. Kemarin malam, buku yang gue beli 3 hari lalu udah habis gue baca. Judul bukunya Manusia Setengah Salmon dari Raditya Dika. Gue rasa sih gue terlalu telat untuk baca buku ini tapi dalam kamus gue ga ada kata telat. Semua orang pasti tau kan Raditya Dika siapa? penulis buku yang kece ini emang pantes dibilang keren, humoris, dan smart banget. Pertama kali yang buat gue tertarik untuk membaca buku-buku dari dia itu saat keisengan baca buku Marmut Merah Jambu punya temen gue. Selain ketawa dan senyum-senyum sendiri baca buku itu banyak hal-hal atau kutipan-kutipan tentang kehidupan yang menurut gue kutipan yang benar adanya atau kutipan yang memotivasi gue untuk lebih semangat ataupun berpikir secara cerdas tentang lika liku drama kehidupan. Kebetulan gue sudah menyelesaikan perkuliahan dan fokus kerja di usaha orang tua, jadi kalo dulu suka minjem buku sekarang gue menyisihkan gaji gue untuk membeli buku-buku yang membuat gue terhibur d malam hari. Tepat dua minggu status percintaan gue berubah menjadi single. Single yang belum happy menurut gue. Karena dua minggu masih waktu yang sebentar untuk menerima kenyataan kalau orang yang menemani gue selama 4 tahun harus pamit undur diri dalam kehidupan gue. Mungkin dalam benak kalian ada pertanyaan "kenapa? kok bisa atau serius lo? empat tahun? dan putus? " jadi alasanya simple masalah teenanger lah (kalimat ini gue kutip dari pernyataan mantan gue di twitter) ya jadi bisa aja sama seperti kata orang semua yang kita punya ini titipan, senang sedih kaya miskin bahkan orang-orang yang ada d sekitar kalian atau orang- orang yang kalian sayangi juga titipan kan? jadi biarlah alur ini berjalan dulu agar kita tahu apa maksud dari Tuhan atas kejadian yang telah terjadi. Jangan tanya betapa sakitnya untuk berdamai dengan kenyataan, bahkan untuk detik ini gue masi merasa bersalah atau menyalahkan diri sendiri tentang semua yang terjadi bahkan merasa gagal karena gak bisa membuatnya nyaman dan banyak hal yang ada di kepala gue yang ga bisa gue jelasin satu-satu but buat kalian yang pernah patah hati gue rasa taulah rasa yang gue rasain sekarang. Karena hati gue masih suka sedih dan taku buat liat hal-hal tentang percintaan maka untuk menghibur diri gue pergi ke gramedia, dan menemukan buku raditya dika yang berjudul Manusi Setengah Salmon. Awalnya gue takut, jangan-jangan ini isi bukunya tentang percintaan, karena gue anti banget deh baca buku-buku tentang cinta-cinta dan sakit hati even untuk denger lagu yang intronya udah sedih gue ga mau banget. Ya ga mau baper sih tapi kata temen gue karena masih belum terbiasa aja jadi masi suka baper, nanti kalo udah biasa juga mau dia yang lewat depan gue ya pasti gue senyum sumringah aja. Jadi buku ini emang buat gue lupa tentang rasa sakit yang gue alami sekarang, bahkan kemarin magh gue sempet kambuh dan mesti istirahat seminggu gue malah ngakak untuk baca buku yang cukup membuat imajinasi gue keluar. Bener-bener deh si bang Dika, jago banget buat kiasan dan jago juga buat menggambarkan suasana yang lagi dia rasain saat itu. Tepat di pertengahan halaman, yang buat gue ter-enyuh adalah ketika dia harus pindah rumah, karena rumahnya saat itu udah ga nyaman lagi buat keluarganya. Di waktu yang bersamaan pula ternnyata dia lagi putus sama pacar dia. Di sini feeling gue udah ga enak waduh bahas galau galau deh ini. Tapi setelah gue terlanjur baca dan berimajinasi ada beberapa kelimat yang buat gue hening dan baca kalimat itu berulang-ulang.
Iyasih bener juga ya kata bang Dika, jadi gue rada senyum dan rada pasrah aja. Jalanin aja iklhasin aja, kita bahkan ga boleh ngekang kalau salah satu dari kita emang sudah tidak nyaman kan? Jadi kalimat ini yang buat gue kadang semangat lagi dan makin ikhlas lagi menjalani kenyataan yang menurut gue masi d jaman pahit-pahitnya. Menurut gue kutipan-kutipan dalam buku ini bener-bener menginspirasi gue buat lebih berani untuk maju ke depan membuka lembaran baru dan memberanikan diri keluar dari zona nyaman. Di buku ini juga di halaman terakhir, bang Dika bilang alasan kenapa bukunya ini berjudul manusia setengah salmon, gegara dia liat acara net geo tentang ikan salmon yang hidupnya selalu berpindah-pindah tempat dari laut ke laut gtu kali ya maksudnya. Ya sama kaya hidup kita yang dari kecil kita udah selalu pindah, pindah dari kecil ke remaja, remaja ke dewasa dari muda jadi menua. Ya intinya kita ga bisa mengelakan hidup ini dari berpindah. Semua perpindahan akan menyimpan kenangan kan? begitu juga kenangan-kenangan yang terus muncul tiap gue pergi ke tempat-tempat yang ga sengaja sering gue kunjungi sama dia. Ada rasa sedih karena gue ke sini bukan sama dia, tapi sendiri atau sama temen-temen dan kelak ada rasa yang mungkin ga akan bisa lagi sama seperti kemarin.

No comments:

Post a Comment