Saturday, March 24, 2012

Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi Tahun Caka 1934 :D

Nyepi .. mungkin orang - orang yang di luar bali belum tau tentang nyepi . Iya , jadi Nyepi ini adalah ritual keagaam agama hindu dalam menyambut tahun baru bagi umat hindu . Di mana keadaan yang riuh perkotaan di sulap menjadi sepi sunyi gelap dalam waktu sehari ya itu Nyepi . Oh iya satu lagi sebelum nyepi ada yang namanya pengerupukan , di mana saat pengerupukan ini banjar - banjar yang ada di bali mensiapkan hasil karya mereka yang sering di sebut ogoh - ogoh untuk di arak keliling . Bentuk ogoh - ogoh ini juga menyeramkan jadi tujuan ogoh - ogoh ini di bentuk menyeramkan dan di arak di jalan bertujuan untuk mengajak Bhuta Khala ( roh jahat ) yang ada dalam rumah dan jalanan untuk ikut ke dalam ogoh - ogoh tersebut yang akhirnya nanti ogoh- ogoh tersebut dibakar. Itu penjelasan dari pengetahuan ku mungkin kalau ada yang lebih tau bisa menambahkanya .

Yah , berhubung tahun ini aku ingin sekali melihat pawai ogoh - ogoh aku memaksa keluarga ku untuk melihat ogoh - ogoh di depan jalan perumahan yang tembus dengan jalan besar . Memang aku sudah melihat ogoh - ogoh namun pawai ogoh - ogoh di daerah ku ini tidak begitu menajubkan . Beda seperti jaman dulu saat masi kanak - kanak . Ogoh - ogoh jaman itu benar - benar elok seram dan dapat membuat aku terpolongo terkagum - kagum karena menyeramkan .

Yah tak apalah yang penting liaht ogoh - ogoh .. Saat nyepi tahun ini aku bersama keluarga lengkap yang tahun lalu cuma ber 3 sekarang ber4 bersama ayah ibu dan kakak ku . Tenang sepi sunyi dan damai . Kita memanfaatkan sekali waktu ini bersama , berbincang - bincang tentang masa lalu dan beberapa membahas tentang politik budaya agama dan lain - lain . Ya walau aku tak bisa melaksanakan tapa brata tapi aku memaknai sekali hari raya ini . Tak lupa juga aku berdoa untuk alam dan dunia ini agar masi senantiasa melindungi manusia . Pertapaan ku di padmasana sangat damai pohon udara burung seperti mendengar selantunan mantra dan doa yang aku ucapkan untuk Ida Shang Hyang Widhi .

Saat malam tiba , aku dan keluarga juga tak henti membincangkan masa kini dan masa lalu . Karena malam lampu tak boleh di hidupkan dan sangat gelap gulita aku merasakan saja aku sedang di sebuah pedesaan dan dekat hutan suara anjing suara angin dan binatang kecil sangat terdengar , heningggg indahnya malam ini .


Maknai hari ini dengan khusyuk , teruslah lestarikan budaya dan tradisi ini . Ketika kita bosan dengan suasan riuhnya kota besar nyepi bermanfaat menenangkan pikiran kita :) Happy Silent Day all

No comments:

Post a Comment